HAMKI NEWSLETTER

Assalamualaikum Wr. Wb
Pertama - tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah Nya kepada kita semua sehingga terbentuk kepengurusan baru pada Musyawarah Nasional HAMKI yang digelar pada tanggal 18 Desember 2008 di hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan.

Musyawarah Nasional ini dihadiri oleh 84 peserta anggota HAMKI dan dalam penyelenggaraan tersebut telah disahkan ADIART yang baru dan lingkup kerja HAMKI untuk kepengurusan yang baru.

Sektor konstruksi adalah salah satu sektor andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan selalu dituntut untuk tetap meningkatkan kontribusinya melalui tolak ukur terhadap PDB nasional. Hal ini merupakan tantangan berat bagi kita, mengingat perekonomian global saat ini sedang dilanda krisis yang dikhawatirkan akan berdampak pada meningkatnya biaya proses produksi infrastruktur serta menurunnya likuiditas perbankan ( yang menyebabkan sulitnya perolehan kredit, termasuk permodalan dan penjaminan). Ini menjadi tantangan bagi asosiasi HAMKI maupun masyarakat jasa konstruksi untuk bersama - sama saling bahu membahu, untuk mewujudkan hasil pekerjaan konstruksi yang berkualitas tepat Mutu, tepat Waktu, dan tepat Biaya sebagai cerminan profesionalisme pelaku jasa konstruksi nasional.

Dengan latar belakang suasana politik dan ekonomi Indonesia maka pengurus HAMKI baru mencanangkan untuk,

  • Mengidentifikasi dan mengembangkan lebih lanjut minat dan kompetensi anggota.
  • Menjalankan mekanisme organisasi yang berbasis pada tata kelola organisasi yang baik (good governance).
  • Memperkuat proses sertifikasi keanggotaan.
  • Menjalankan forum-forum pembelajaran untuk penguatan kompetensi anggota.
  • Mengembangkan kemitraan strategis dengan lembaga nasional dan internasional yang sesuai dengan lingkup kerja.

Dengan menerapkan upaya - upaya tersebut, diharapkan pengguna jasa dan pelanggan memperoleh manfaat - manfaat dan layanan jaminan mutu seperti waktu penyelesaian proyek yang lebih singkat, biaya rendah, kualitas konstruksi yang baik, meningkatnya keandalan hasil, dan peningkatan produktivitas dapat kita raih dengan lebih optimal. Hal - hal tersebut diatas merupakan tantangan yang dihadapi HAMKI sebagai wadah ahli manajemen konstruksi untuk memajukan kemampuan pengelolaan konstruksi di seluruh Indonesia. Pengembangan kemampuan dapat dilakukan dengan mengembangkan atau melakukan inovasi - inovasi tools, pelatihan dan penguatan melalui Lessons Learned yang diberikan para pelaku anggota MK, Refreshment pada strata kompetensi, dan peningkatan strata kompetensi, guna pemberdayaan tenaga ahli, dan menggalakkan penerapan manajemen konstruksi yang efektif dan efisien di lapangan.

Sebagaimana kita maklumi, iklim usaha jasa konstruksi yang kondusif dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain melalui dukungan regulasi pemerintah, kebijakan - kebijakan sektoral, good governance, struktur usaha, komposisi besaran market supply and demand dan pertumbuhan ekonomi.

Demikian kiranya yang dapat kami sampaikan pada peluncuran News Letter ke Dua dan program berkelanjutan untuk penguatan anggota yang diawali bersamaan dengan peluncuran Newsletter ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan petunjuk kepada kita semua sehingga sasaran kerja dan kepengurusan b KI ini dapat tercapai dengan sebaik - baiknya. Sekian dan terima kasih.

 

Wabilahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Wr. Wb.
Ketua Umum HAMKI
Ir.Asdarianto Asmoeadji

Download PDF Newsletter >>

 

HIMPUNAN AHLI MANAJEMEN KONSTRUKSI INDONESIA
(Indonesian Society of Construction Management)
2009